![]() |
| Foto by : TanamoRead |
TanamoRead - Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol membantah laporan media yang tidak benar atas pernyataannya, setelah ketahuan memaki-maki pada mikrofon selama kunjungannya ke New York minggu lalu, karena hal itu tidak benar dan mengancam akan merusak hubungan dengan Amerika Serikat.
Presiden Korea Selatan itu tertangkap kamera seperti seolah memaki pada mikrofon sesaat dirinya meninggalkan acara di New York pada hari Rabu, setelah berdialog dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.
Anggota parlemen oposisi menuduh Yoon menghina Biden dan mempermalukan Korea Selatan karena media lokal.
"Sangat membuat malu seandainya bajingan ini memberikan penolakan agar bisa menyetujuinya di sebuah parlemen,"tutur Yoon kepada Menteri Luar Negeri Park Jin pada rekaman video yang telah tayang oleh lembaga siaran Korean Selatan, serta viral di media sosial dan kalangan masyarakat.
Sektretaris dari lembaga persnya, Kim Eun-Hye, membantah tuduhan tersebut, karena Yoon berbicara seperti itu hanya merujuk ke parlemen Korsel, dan tak ada sama sekali niat menyebut Presiden AS, Joe Biden.
Presiden Korea Selatan, saat ditanya wartawan tentang peristiwa ia seolah memaki pada mic, yang viral itu, juga menegaskan kalau insiden itu akan membuat kontroversi, dan mesti diluruskan bahwa yang viral itu merupakan tidak benar.
Yoon juga mengatakan, bahwa insiden tersebut dapat membuat rusak pertemanan atau aliansi negaranya dengan negara AS maupun negara lainnya, dengan laporan yang dibuat oleh media itu berbeda.
Opisisi Partai Demokrat, menyuruh Presiden Korea Selatan agar melakukan permintaan maaf atas insiden atau kontroversi yang viral itu, dan memecat beberapa petinggi kenegaraannya seperti penasehat keamanan serta menteri Luar negerinya.
Pihak Oposisi mengancam akan mengusulkan pemecatan ke parlemen jika Presiden Korsel tidak melaksanakan tindakan tersebut.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar